KOPSI: Speksivia Menuju Tingkat Nasional Mewakili NTT
SMP Katolik Sint Vianney SoE menjadi satu-satunya perwakilan NTT dalam Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) 2021 bidang ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni yang diikuti oleh hampir setiap sekolah tingkat SMP/MTs/Sederajat seluruh Indonesia.
Lomba ini diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Pusat Prestasi Nasional dengan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Lomba ini bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif sebagaimana ditulis dalam Panduan Teknis Pelaksanaan KOPSI 2021. KOPSI berfokus pada penumbuhan karakter ilmiah melalui kegiatan kompetisi ilmiah dalam mengembangkan kemerdekaan berpikir siswa untuk belajar meneliti.
Pada umumnya, ide-ide dalam penelitian dapat digali dari berbagai gejala, peristiwa, dan potensi yang ada di lingkungan sekitar peserta didik. KOPSI juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan minat, bakat, kemampuan dalam meneliti dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan seleksi karya penelitian unggul untuk diikutsertakan dalam berbagai lomba penelitian nasional dan internasional.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekertariat Jendral Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2322/J3/DM.01.03/2021 tentang Penetapan Peserta Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) Tingkat Nasional Jenjang Sekolah Menengah Pertama Tahun 2021, SMP Katolik Sint Vianney SoE menjadi satu-satunya perwakilan NTT dengan berhasil masuk 40 besar Tingkat Nasional dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni.
Menanggapi hal itu Marianus Feynolda Saputra Turu, S. Fil, selaku guru pembimbing peserta lomba mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras peserta didik dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya orangtua murid, tenaga pendidik, kepala sekolah dan masyarakat lokal tempat penelitian berlangsung.
“Keberhasilan tesebut masih merupakan
langkah awal. Masih banyak langkah-langkah baru yang mesti ditempuh bersama
sehingga perlu adanya sikap rendah hati dengan diam-diam mempersiapkan yang
lebih baik”, ungkap guru pendamping tersebut kepada tim Jurnalis Speksivia.
Kepala Sekolah SMP Katolik Sint
Vianney SoE, Rm. Johannes A. Tnomel, Pr, S. Fil dalam bincang-bincang bersama Jurnalis
Speksivia melalui media sosial menyampaikan profisiat kepada kedua peserta
didik, yakni Keyzia Maycilia Kase (Keyzia) dan Julia Muni Cindhyrela Aderia
Salem (Cindhy) serta guru pembimbing Marianus Feynolda Saputra Turu, S. Fil atau
yang disapa akrab Pak Ary atas keberhasilan yang diraih tersebut.
“Romo sangat bersyukur karena
sekolah selalu berhasil masuk dalam ajang bergengsi nasional ini. Kesempatan ini
merupakan kali ke-2 setelah sebelumnya tahun 2018 terdapat 3 siswa yang berhasil
menjadi finalis Olimpiade Penelitian Nasional”, jelas Kepala Sekolah yang akrab
disapa Rm. Ento itu.
Menurutnya, kerjasama yang baik
antara guru pembimbing dan peserta didik merupakan sebuah cara yang tepat untuk
dapat mencapai hasil yang baik apalagi berprestasi. Dalam konteks ini, kemampuan
meneliti harus dikembangkan terus menerus baik dalam diri peserta didik maupun
tenaga pendidik.
Penulis: Saputra Turu
