Hybrid Learning: Langkah Awal Pembelajaran Efektif Era Pandemi
Mengacu kepada keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/202l, Nomor 440-717 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), SMP Katolik Sint Vianney SoE mulai menerapkan Hybrid Learning atau metode pembelajaran hibrid. Metode ini dilihat sebagai langkah awal yang efektif dalam proses belajar ditengah pandemi.
Menimbang hasil keputusan bersama orangtua, wali murid, Jumat (10/09/21), Kepala Sekolah SMP Katolik Sint Vianney SoE, Rm. Johannes A. Tnomel, Pr. S. Fil bersama Dewan Guru dan Pegawai ketika dikonfirmasi kembali oleh tim Jurnalistik SMP Katolik Sint Vianney SoE mengatakan proses pembelajaran dengan metode hibrid dilaksanakan sejak Senin (13/09/21).
Menurut Rm. Johannes A. Tnomel, Pr. S. Fil, metode pembelajaran hibrid merupakan metode yang cukup efektif diterapkan pada era pandemi. Dengan metode ini proses pembelajaran perlahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Metode ini juga membantu peserta didik keluar dari rasa bosan sebab pembelajaran daring selama ini.
Salah satu tenaga pendidik SMP Katolik Sint Vianney SoE, Endang A. Tefa, S. Pd, mengatakan proses belajar dengan metode hidrid jauh lebih baik dibandingkan dengan metode daring. Dengan metode ini tenaga pendidik lebih mengetahui motivasi peserta didik dalam belajar.
“Pada umumnya, peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran daring dapat termotivasi saat pembelajaran tatap muka terbatas", jelas guru Fisika tersebut kepada tim Jurnalis Speksivia.
Peserta didik, Yohana O. Azi dalam bincang-bincang singkat di depan halaman sekolah SMP Katolik Sint Vianney SoE mengatakan proses belajar dengan menggunakan metode hibrid jauh lebih baik dibandingakan dengan metode daring. Menurutnya, dengan metode hibrid peserta didik lebih terbantu dalam proses memahami pelajaran.
“Kami sangat terbantu dengan cara belajar seperti ini, khususnya, pelajaran menghitung yang membutuhkan pemahaman cukup. Kami berterimakasih kepada romo kepala sekolah, bapak ibu-guru, dan pegawai karena sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi kami”. jelas Yohana, peserta didik kelas IX tersebut.
Akhirnya, Yohana berharap proses pembelajaran dengan metode hibrid ini dapat terus berlangsung sembari menunggu pandemi Covid-19 berakhir.
Penulis: Saputra Turu
