Menjaga Kualitas Pendidikan, Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney SoE adakan Supervisi di Era New Normal
Kepala Sekolah SMP Katolik Sint Vianney SoE, Romo Johannes Antonius Tnomel, Pr. S. Fil. melakukan supervisi pembelajaran di Era New Normal. Supervisi ini merupakan upaya dalam menjaga kualitas pendidikan di era New Normal sekaligus bagian dari diklat Penguatan Kepala Sekolah.
Supervisi ini dilakukan secara daring melalui google meetting yang telah dilengkapi dengan akun belajar tenaga pendidik masing-masing. Kegiatan supervisi ini berlangsung selama empat hari belajar efektif terhitung dari tanggal 22-27 Juli 2021.
Rm. Johannes A. Tnomel mengatakan terdapat tiga tujuan kegiatan supervisi, yakni untuk melihat kemampuan para tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar daring di era New Normal; untuk melihat partisipasi dalam proses belajar mengajar secara daring; dan untuk mengevaluasi sistem pembelajaran daring di era New Normal.
Lanjutnya, terdapat tiga strategi supervisi. Pertama, strategi dialogis. Strategi ini mengacu pada proses bimbingan terhadap tenaga pendidik dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Tujuan strategi ini ialah untuk memastikan bahwa tenaga pendidik memiliki persiapan dalam merencanakan proses pembelajaran efektif di era New Normal.
Strategi ini meliputi sosialisasi terhadap tenaga pendidik, melakukan wawancara, dan mengecek perangkat pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan Bahan Ajar dari para tenaga pendidik.
Kedua, strategi partisipasi-observasi. Strategi ini bertujuan untuk melihat partisipasi peserta didik dalam proses belajar mengajar di era New Normal. Strategi ini juga bertujuan untuk melihat hasil dari rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh tenaga pendidik.
Menurut, Kepala Sekolah SMP Katolik Sint Vianney SoE tersebut, strategi ini membantu supervisor (kepala sekolah) dalam berpartisipasi secara langsung selama proses belajar mengajar daring.
Ketiga, strategi evaluatif. Strategi ini diterapkan setelah proses belajar mengajar berlangsung. Dalam penerapannya, kepala sekolah mengevaluasi kembali proses belajar mengajar tersebut sekaligus memberi motivasi terhadap tenaga pendidik yang disupervisi.
Salah satu tenaga pendidik yang disupervisi, Florensia Y. Faot, S. Pd mengatakan tidak terdapat kesulitan dalam proses pembelajaran daring. Ia juga mengatakan 90% peserta didik telah berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar daring.
Menurutnya, dengan persiapan yang matang dari tenaga pendidik, proses belajar mengajar daring dapat berjalan maksimal.
Penulis: Saputra Turu
