SMP Katolik Sint Vianney Soe Gelar MPLS Daring: Sebuah Tantangan
Kasus Covid-19 melonjak di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 Nusa Tenggara Timur (http://www.covid19.nttprov.go.id/home/data) terdapat 859 kasus terkonfirmasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan per 12 Juli 2021. Eskalasi kasus Covid 19 di TTS ini mengakibatkan pembatasan aktivitas masyarakat atau PPKM.
Tidak dapat dimungkiri bahwa pembatasan tersebut mengakibatkan sistim tatap muka dalam proses belajar mengajar terganggu. Akibatnya, pada tahun ajaran baru 2021/2022 ini hampir semua lembaga pendidikan di Kab. TTS melakukan proses belajar mengajar secara daring. Salah satunya ialah SMP Katolik Sint Vianney Soe.
Pada pembukaan tahun ajaran baru ini SMP Katolik Sint Vianney Soe menggelar MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) secara daring bagi calon peserta didik baru. Kegiatan MPLS ini diselenggarakan di lokasi sekolah SMP Katolik Sint Vianney Soe yang berlangsung selama dua hari terhitung dari tanggal 13-14 Juli 2021. Kegiatan ini meliputi pemberian materi tentang profil sekolah, wawasan wiyata mandala, tata krama di sekolah, tata tertib sekolah, kepramukaan, dan cara efektif belajar peserta didik di tengah pandemi Covid-19.
Kepala sekolah SMP Katolik Sint Vianney Soe, Romo Johannes Antonius Tnomel, Pr, S.Fil atau sering disapa Romo Ento mengatakan bahwa tema kegiatan MPLS ini merujuk kepada motto umum sekolah, yaitu “From Good to Great”. Menurutnya, dengan kegiatan ini siswa dapat mengetahui profil sekolah baik secara umum maupun secara khusus, sehingga dapat mempermudah siswa selama proses belajar di sekolah.
Ketua Panitia MPLS SMP Katolik Sint Vianney Soe periode 2021/2022, Ferdy A. Liubana, S.Pd mengatakan terdapat tantangan dalam proses orientasi ini. Tantangan terbesar ialah pembentukan karakter siswa. Menurutnya, penggunaan media online sebagai sarana penyampaian materi masih kurang berdampak besar bagi pembentukan karakter siswa. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kegiatan tatap muka antarguru-murid selama proses orientasi.
Walaupun demikian, menurut Ketua Panitia MPLS SMP Katolik Sint Vianney Soe periode 2021/2022 tersebut, terdapat dua usaha yang hendaknya dilakukan, antara lain metode tatap muka dan metode online. Kedua metode ini harus diimplementasikan secara bergantian dengan tenggang waktu tertentu tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Ia juga berharap agar pandemi ini segera berakhir dan proses belajar mengajar kembali normal.
Penulis: Saputra Turu
